Iuran BPJS Naik Per 1 April 2016 ini Alasanya

Jumat, Maret 18th, 2016 - Berita BPJS

Belum genap 3 tahun berjalan sejak januari 2014 lahir bpjs sudah menaikan iuran bulananya,presiden jokowi sudah menandatangi perpres no 19 tahun 2016 salah satu yang mengalami perubahan adalah besaran iuran sebagai berikut:

1. Ruang perawatan klas III menjadi Rp 30.000 dari sebelumnya Rp 25.500 per bulan.
2. Ruang perawatan klas II menjadi Rp 51.000 dari sebelumnya Rp 42.500 per bulan.
3. Ruang perawatan kelas I, menjadi Rp 80.000 dari sebelumnya Rp 59.500 per bulan

Kenaikan iuran tersebut berlaku mulai 1 april 2016 dengan dasar perpres no 19 tahun 2016,masyarakat makin lama mempersoalkan kenaikan iuran tersebut,di tengah ekonomi yang sedang lesu seperti ini jelas beban untuk tipe keanggotaan pekerja bukan penerima upah menjadi bertambah.

bpjs naik

Jika kenaikan iuran bpjs tidak dibarengi dengan kualitas pelayanan untuk peserta bpjs maka ini akan menjadi persoalan serius,sudah banyak pasien yang di tolak rumah sakit dengan alasan yang tidak jelas,antrian pasien bpjs sana sini,anda sendiri bisa cari info hampir sering tersiar kabar di media media tentang jeleknya kualitas pelayanan bpjs.dan harapan kami kenaikan iuran bpjs seharusnya di imbangi peningkatan kualitas layanan bpjs

Alasan iuran bpjs Naik

Menurut beberapa sumber iuran bpjs naik dikarenakan defisit terus menerus di badan bpjs,berita dikompas.com menyebutkan bahwa bpjs defisit 7 triliun baca disini namun banyak yang menyebut tidak defisit,kalau saya sendiri jelas dari sisi pemasukan tidak cukup,seperti kita lihat sendiri biaya cuci darah bagi penderita gagal ginjal gratis padahal baru 3 minggu daftar,jika ada lebih dari 1000 pasien gagal ginjal pengeluaran perbulan sudah terasa banget belum lagi dari penyakit dan tipe sakit yang lainya,di sisi lain penyebab defisit bpjs adalah keterlambatan dan tidak dibayarnya iuran bulanan bpjs oleh peserta mandiri bukan penerima upah ini juga menjadi penyebab uang kas masuk bpjs menjadi tersendat.

Tidak hanya iuran bpjs bulanan yang naik dalam perpres juga disebutkan bahwa denda keterlmbatan pembayaran bpjs naik menjadi 2,5persen setelah sebelumnya hanya 2 persen.

Kesimpulan

Jika menilai dari sisi sistem yang katanya bpjs menganut sistem gotong royong setelah pemerintah menaikan iuran bpjs saya tidak melihat sistem itu, bpjs makin lama makin menjadi sistem bisnis karena kesanya tidak ingin rugi

Jika bpjs menaikan iuran bpjs seharusnya bpjs juga menaikan mutu kualitas layanan agar berimbang,semua orang tidak berharap sakit,semua orang berharap sehat

Penataan sistem juga masih perlu seharusnya bpjs membuat sistem agar penumpukan pasien di rumah sakit tidak terjadi,tidak hanya itu penataan sistem di kantor bpjs juga harus dilakukan agar orang yang datang ke kantor bpjs bisa nyaman tanpa antrian panjang.

Kami memberikan kritik karena sayang sama bpjs dan jelas punya banyak harapan ke BPJS,Terima kasih